Uang Beban Kerja Terlambat


Meski terlambat, uang Beban Kerja (BK) guru di Kabupaten Bengkayang akhirnya cair juga, Kamis (2/9) kemarin. Uang BK tersebut semestinya diterima setiap satu semester, yakni pada periode Januari-Juni dan dapat dicairkan pada Juli.

“Semua UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) Dinas Pendidikan sudah diberitahu bahwa hari ini (kemarin-red) uang BK sudah cair,” terang Kabid Pendidikan Dasar dan TK (Dikdas dan TK) Dinas Pendidikan Bengkayang, Godelivus, Kamis (2/9) diruang kerjanya. Dalam prosesnya, pencairan uang dilakukan dengan menstransfer langsung ke rekening UPT, kecuali UPT Bengkayang dan Samalantan yang diserahkan langsung oleh bagian keuangan Dinas. Perihal cairnya uang BK tersebut dibenarkan salah seorang guru, Petrus Take yang saat itu berada di Dinas Pendidikan. Lebih lanjut, Godelivus menyebutkan, uang BK bagi para guru, sejak tahun 2009 lalu diberikan dua kali setahun, yakni periode Januari-Juni dan Juli-Desember. Terkait keterlambatan penyerahan uang BK semester pertama yang baru dibagikan pada September ini, Godelivus mengatakan hal itu terjadi tidak terlepas dari permasalahan administrasi. Artinya, laporan yang semestinya diserahkan kepada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah tak dapat dipenuhi.

“Guru di Bengkayang tersebar di 17 kecamatan dari ratusan sekolah yang ada menyebabkan proses kelengkapan administrasi diperoleh dengan cepat,” ungkapnya.

Disebutkan, salah satu contoh persyaratan administrasi yang dimaksud seperti Surat Keterangan Sakit dari Dokter bagi Guru yang dinyatakan sakit dalam absensinya. Dikeluarkannya uang BK semester ini juga tak terlepas dari kesediaan Dinas Pendidikan membuat surat pernyataan bertanggunggjawab atas dikeluarkan uang. Sementara saat dikonfirmasi mengenai keberadaan uang BK selama ini diendapkan dimana, apalagi sampai terlambat dua bulan sehingga menimbulkan dugaan kemungkinan uang miliaran rupiah tersebut terlebih dahulu di depositokan, Godelivus mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, uang tersebut baru diterima saat akan diserahkan kepada para guru.

“Saya tak tahu uang itu diendap dimana,” jelasnya.

Dijelaskannya, uang BK berasal dari APBN yang dilimpahkan kepada daerah melalui APBD. Dinas Pendidikan, bisa mendapatkan uang tersebut melalui Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah. Besar kecil jumlah uang BK yang diterima guru dibedakan berdasarkan golongan dan jabatan, khusus bagi guru golongan II, BK yang diterima sebesar 400 ribu, sedangkan guru dengan golongan III dan IV serta Kepala Sekolah maupun Pengawas menerima BK sebesar 500 ribu dan dipotong pajak 15 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s