KONI Bengkayang Tak Ambil Atlet Pulau Jawa


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkayang memiliki komitmen untuk meningkatkan prestasi atlet daerah, sebab itu pada ajang Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) ke-X 2010 ini, lembaga tertinggi olahraga di Bumi Sebalo tersebut menyebutkan, dari keseluruhan atlet yang mewakili Bengkayang tidak ada yang diambil dari luar, khususnya atlet dari pulau Jawa. “Atlet yang ikut serta dalam kontingen Bengkayang tidak ada yang diambil (dibeli) dari luar, khususnya atlet dari pulau Jawa,” terang Sekretaris KONI Bengkayang, Happy Langi, Kamis (15/7) diruang kerjanya.

Perihal tak direkrutnya atlet dari pulau Jawa itu, Happy menegaskan bahwa pihaknya beralasan lebih mementingkan prestasi yang diperoleh atlet daerah sendiri, bukan karena pembelian atlet luar. Selain itu, Happy menyebutkan, lebih dari separuh atlet daerah ini yang disertakan pada Cabor prestasi merupakan atlet yang telah memiliki prestasi diberbagai even maupun ajang olahraga resmi.

“Dari 120 atlet Cabor prestasi, 67 diantaranya merupakan atlet yang telah memiliki prestasi diberbagai event maupun ajang resmi. Jadi tidak ada alasan untuk merekrut atlet dari luar,” tegasnya. Dengan potensi yang dimiliki itu, wajar jika 120 atlet yang disertakan untuk membela Bengkayang pada Porprop semuanya direkrut dari atlet daerah ini. Ini berarti menunjukkan organisasi olahraga daerah ini lebih mempercayakan kemampuan atlet produk daerah sendiri.

Bupati Resmi Lepas Kontingen Porprop Bengkayang


Sebanyak 257 Atlet, Official dan Panitia yang tergabung dalam Kontingen Bengkayang secara resmi dilepas Bupati Bengkayang, Jacobus Luna, guna menghadapi penyelenggaraan Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) ke-X 2010 di Pontianak. Pelepasan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Bengkayang, Senin (19/7) yang dihadiri seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkab) masing-masing Cabang Olahraga yang disertakan dalam olahraga terakbar tingkat propinsi tersebut.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara lisan dihadapan para atlet, Bupati berharap dengan keikutsertaan para atlet pada Porprop kali ini dapat membuahkan prestasi yang dapat menunjukkan bahwa daerah ini memiliki atlet berpotensi yang patut diperhitungkan daerah lain. Meski terbentur anggaran yang minim, Luna meminta agar para atlet tetap memiliki jiwa juang yang tinggi dalam membela daerah.

Luna melanjutkan, perlu diketahui bahwa Kabupaten Bengkayang baru tiga kali mengikuti Porprov yang ke-X. Walaupun dengan keterbatasan fasilitas yang ada, pemda akan berusaha memprogramkan secara bertahap. Dari data yang diperoleh dari KONI Bengkayang, pada Porprop kali ini, daerah dengan sebutan Bumi Sebalo ini akan mengirim 19 Cabang Olahraga yang terdiri dari 14 Cabor Prestasi dan 5 Cabor Favorit.

“Hal ini dikarenakan keterbatasan biaya. Walau pun hanya mengikuti 19 cabor(Cabang Olahraga), modal utama untuk berhasil meraih medali ialah semangat untuk menang, rasa memiliki daerah, mengetahui kelemahan dan kelebihan baik diri sendiri ataupun lawan, serta menjaga kekompakkan,” saran Luna yang telah menjabat selama dua periode ini. Memasuki tahap akhir persiapan menghadapi Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) ke-X tahun 2010 ini, KONI Bengkayang memastikan akan mengirim 257 personil yang terdiri dari atlet, Official dan Panitia. Demikian data yang disampaikan Ketua KONI Bengkayang, melalui Sekretaris KONI, Happy Langi, Kamis (15/7) di Sekretariat KONI.

“Jumlah tersebut diantaranya, 120 atlet Cabang Olahraga (Cabor) Prestasi dengan 42 Official, kemudian 50 Atlit Cabor Favorit dengan 15 Official serta ditambah 30 orang panitia,” sebut mantan Anggota DPRD Bengkayang periode 1999-2004 itu. Kontingen Bengkayang ini, secara resmi akan dilepas pada 19 Juli di Aula Kantor Bupati dan setelahnya akan diberangkatkan. Di Pontianak, Kontingen Bumi Sebalo dipusatkan pada dua tempat, yakni di Mess Koperasi dan Mess Pemda Bengkayang.

Dari jumlah keseluruhan atlet yang dikirim itu, Happy Langi mengatakan pihaknya siap memberikan prestasi terbaik bagi daerah ini, terutama dari Cabor Prestasi yang lebih dari sebagian diisi para atlet yang sudah terasah kemampuannya diberbagai Kejuaraan maupun event.

Dua Triwulan Terlewati, ADD Belum Cair


“Kejadian ini sudah berlangsung sejak tahun 2008,” kata Kepala Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Juli ketika ditemui, Rabu (14/7) di Bengkayang.

Hal itu diungkapkannya terkait hingga dua kali Triwulan pencairan dana Anggaran Dana Desa (ADD) yang masih belum dicairkan. Bengkayang memiliki 122 desa, 2 kelurahan dari 17 Kecamatan. Dana ADD seharusnya diperoleh setiap tiga bulan sekali selama satu tahun. Satu tahun berarti empat kali dicairkan.

“Sejak tahun 2008 dana ADD tak pernah cair pada triwulan pertama dan kedua,” sebut Kepala Desa yang memimpin 1358 jiwa dari 339 Kepala Keluarga (data tahun 2009) yang tersebar di dua dusun, Sebawak dan Sepoteng itu. Dana ADD yang diberikan kepada desanya senilai Rp.102.114.000 selama satu tahun.

Ditempat berbeda, Kepala Desa Lamolda, Gregorius Muksin mengakui hal yang sama, dimana sampai saat ini dana ADD untuk desa yang dipimpinnya masih belum dicairkan. Dengan demikian, selama tahun 2010 ini, para perangkat desa belum sekalipun menerima honor yang diperoleh dari dana ADD. Perangkat desa tersebut mulai dari Kepala Adat, Ketua RT, Dusun, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Tim PKK, termasuk Kepala Desa sendiri. Muksin, yang memimpin 864 jiwa dari 175 KK yang tersebar di Dusun Barelamat dan Baremada itu menyebutkan tahun ini, desanya akan menerima dana ADD sebesar Rp.100.792.700.

“Saat ini kami masih menunggu proses pencairan dana ADD sambil melengkapi berkas administrasi yang dibutuhkan,” tandas Alumnus Fisipol Untan ini.

KDRT : Suami-Istri Saling Lapor ke Polisi


Meja Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkayang kembali menerima laporan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Laporan ini berasal dari sepasang Suami-Istri di Dusun Nek Bare, Desa Sibale, Samalantan yang saling melaporkan salah satu pihak. Hal ini diakui Kapolres Bengkayang AKBP M Nimitch SIK melalui Waka Polres Kompol Arianto, Senin (12/7) di Mapolres.

Pasangan ini saling melapor karena hal sepele. Seperti yang dilaporkan Kaur Bin Ops. Sat Reskrim Polres Bengkayang, IPTU Asep Mustopa Kamil kronologis kejadian berawal dari pertengkaran mulut, kemudian karena emosi, Istri yang berinisial (LH) kemudian menyirami Suami (inisial RW) dengan air Kopi. Tak terima atas perlakuan itu, RW kemudian membalas dengan memukuli LH.

Masing-masing tidak terima, pasangan ini kemudian membuat laporan ke Polisi. Usai kejadian tersebut, RW langsung mendatangi Mapolsek Samalantan untuk melaporkan ulah LH terhadap dirinya. Sedangkan LH melaporkan ulah RW ke Mapolres Bengkayang. Pihak kepolisian langsung menyelidiki kasus tersebut. Dan telah melakukan upaya pemanggilan sebanyak dua kali terhadap keduanya. Kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) masih mendominasi di meja reskrim Mapolres Bengkayang. Dikarenakan hal sepele, suami istri saling melaporkan ke pihak kepolisian. RW melaporkan istrinya ke Polsek Samalantan, sedangkan LH melaporkan suaminya ke Mapolres Bengkayang.

Berdasarkan keterangan yang diterima, LH melaporkan kepada pihak kepolisian di Mapolres 1 Mei lalu dengan nomor LP195B/V/2010. RW ditahan berkaitan laporan dari LH dan dikenai UU Nomor 23 tahun 2004 Pasal 44 ayat 1 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Dikarenakan kasus tersebut masih dalam proses penyidikan, maka pelaku masih ditahan di Mapolres Bengkayang sejak 7 Juli lalu. RW akan dijerat dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tandas Arianto. Setakat ini, kedua orang itu telah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali guna membantu proses penyidikan.