Pengembangan Pariwisata Bengkayang Dilakukan Bertahap


Februari 2010

Dari wilayah pantai hingga perbatasan, Kabupaten Bengkayang memiliki potensi wisata yang besar, baik wisata alam, budaya, kuliner, maupun kerajinan. Keterbatasan dana merupakan dan masih rendahnya Kelompok Masyarakat Sadar Pariwisata (Pokmadar) masih menjadi hambatan. Sehingga sulit bagi pemda setempat melalui instansi terkait mengelola potensi wisata tersebut secara menyeluruh. “Semua potensi wisata seperti wisata alam, budaya, kuliner maupun kerajinan tetap dikembangkan, namun karena keterbatasan yang ada, pengembangan dilakukan secara bertahap,” ungkap Kepala Dinas Budparpora Bengkayang, Rifin Fransiko melalui Kasi Kesenian Tradisional dan Modern, Ricky H. Silalahi, Jumat (12/2) diruang kerjanya.

Artinya, pengembangan pengembangan tidak bisa dilakukan secara merata. Menurut Ricky, untuk saat ini, pengembangan pariwisata di Bengkayang masih difokuskan pada salah satu potensi yang memiliki daya tarik tinggi dibanding potensi yang lain. Lanjutnya, setelah potensi yang satu tersebut berhasil dikelola, barulah dipilah lagi mana potensi wisata lainnya yang perlu dikembangkan. Sementara itu, berkaitan dengan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokmadar), dari penilaiannya, Ricky menyebutkan walaupun tergolong lambat, namun perlahan-lahan masyarakat didaerah ini sudah mulai memiliki kesadaran wisata. Ini ditandai dengan bertambahnya kelompok masyarakat yang datang ke Dinas Budparpora guna mendaftarkan kelompok mereka. “Kita berharap dengan semakin banyaknya Pokmasdar yang muncul, pengembangan pariwisata Bengkayang dapat berkembang dengan cepat,” tandasnya.

Jelang Porprop, Persiapan KONI Bengkayang Dipertanyakan


Februari 2010

Menjelang digelarnya Pekan Olahraga Propinsin (Porprop) Kalbar, Juli tahun ini, persiapan KONI Bengkayang sebagai induk olahraga di Bumi Sebalo dipertanyakan oleh Ketua Pengelola Lapangan Sepakbola BRC, Fabianus Are Adjie. Hal ini disampaikannya belum lama ini karena melihat hingga akhir Februari ini gaung persiapan cabang-cabang olahraga di Bengkayang masih redup.

“Paling tidak, dalam bulan-bulan ini KONI Bengkayang sudah mensosialisasikan mengenai hal tersebut (agenda Porprop) kepada setiap Pengcab,” ujar pria yang juga merupakan salah seorang wasit Persibeng itu. Sosialisasi ini dimaksud agar setiap pengcab sedari awal sudah memiliki persiapan dalam menghadapi agenda olahraga tersebut, karena dengan gencarnya sosialisasi itu juga bertujuan memotivasi Pengcab olahraga dalam meningkatkan kemampuan para atletnya, termasuk pula program-program yang akan diambil Pengcab untuk menseleksi atlet mereka.

“Kita tahu sekarang Porprop akan digelar bulan Juli ini. Kalau segala persiapan ditunda hanya karena adanya agenda Pemerintah, yakni Pilkada di enam Kabupaten. Memangnya olahraga berkaitan dengan Politik. Kapan lagi mempersiapkan diri apabila menunggu Pilkada selesai?,” tanya bapak satu anak yang juga Pembina Klub sepakbola Paparuga ini. Dijelaskannya, persiapan seperti sosialisasi maupun penyusunan program kerja dalam rangka menyambut Porprop tidak ada kaitannya dengan moment Pilkada yang saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan berkas calon kandidat.

“Kalau berkaitan dengan masalah dana sich bisa jadi,” celutuknya.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Bengkayang melalui Sekretaris-nya, Happy Langi mengatakan persiapan pihaknya, sejauh ini persiapan menuju Porprop tetap menjadi perhatian. Namun untuk melaksanakan seleksi terhadap para atlet yang akan dibawa pada Porprop mendatang belum bisa dilakukan karena sejauh ini pihaknya sendiri belum mendapatkan pemberitahuan dari KONI Propinsi terhadap agenda Porprop. Beberapa hal yang disebutkannya seperti enteri form by name (formulir) maupun skedul penjadwalan merupakan hal yang berkaitan dengan upaya KONI Bengkayang melakukan persiapan. Apalagi menjelang Porprop kali ini, dengan adanya agenda Pilkada di enam daerah tentunya pelaksanaan kegiatan olahraga menjadi berbenturan,” terang mantan anggota DPRD Bengkayang 1999-2004 ini. Happy kemudian mengungkapkan dengan belum dikeluarkannya pemberitahuan dari KONI Propinsi hingga saat ini pihaknya belum bisa melakukan seleksi terhadap atlet. Ditambahkannya juga, agenda resmi seperti Kejurda yang merupakan salah satu upaya untuk menyeleksi para atlet, hingga usai Pilkada tidak ada dijadwalkan.

“Usai Pilkada ini barulah Pengcab melakukan seleksi, untuk seleksi itupun akan dilakukan masing-masing Pengcab,” tandasnya.

Yulius Nessor Akan Pimpin DPRD


Februari 2010

Ketua KPU Bengkayang, Eddy A, mengatakan sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 68 Tahun 2009 Tentang Pedoman Tekhnis Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati bahwa terhadap PNS dan Pimpinan DPRD harus melengkapi surat pencalonannya untuk mendapatkan cuti selama penyelenggaraan Pilkada kepada atasannya. Itu artinya, hal yang sama akan dilakukan Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis. Dimana untuk melengkapi persyaratan dirinya mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Bengkayang mendampingi Moses Ahie, Ia harus melampirkan surat non-aktif sementara dari atasannya kepada KPU.

Apabila sudah mendapatkan surat tersebut, otomatis jabatan yang saat ini dipegangnya akan diberikan kepada wakilnya di DPRD Bengkayang. “Karena satu-satunya pimpinan DPRD Bengkayang yang tidak mencalonkan diri dalam Pilkada ini, maka pimpinan DPRD untuk sementara akan diserahkan kepada Wakil Ketua, Yulius Nessor,” kata Darwis. Yulius Nessor merupakan Wakil Ketua DPRD Bengkayang dari Partai Demokrat, Ia terpilih dari Daerah Pemilihan Bengkayang I. Demokrat menjadi partai pemenang kedua pemilu legislative di Bengkayang April 2009 lalu dengan perolehan suara lebih dari 15 ribu, satu peringkat dibawah PDIP.

Satu Partai Dukung Dua Calon, Dianggap Tidak Sah


Februari 2010

Enam calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri di KPU Bengkayang kemarin menyisakan pertanyaan terhadap adanya satu partai yang menyatakan mendukung serta mengusung calon yang berbeda. Seperti adanya pernyataan yang disampaikan Pimpinan partai Gerindra, Buruh, PPD dan Bintang Reformasi yang menyatakan diri mendukung calon pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis. Sementara calon pasangan Mariadi-F.Markim menyatakan Partai Buruh sebagai salah satu pengusung pasangannya. Sedangkan calon pasangan Petrus SA-Ruma Rupama menyatakan partai Gerindra, PPD dan Bintang Reformasi sebagai salah satu dari 12 partai yang mengusungnya.

“Apabila dalam proses perbaikan nanti terdapat satu parpol namun mendukung maupun mengusung calon pasangan yang berbeda, maka suara dari parpol tersebut dianggap tidak sah terhadap mana-mana calon,” jelas Ketua KPU Bengkayang, Eddy A., Rabu (17/2) diruang kerjanya.

Mengenai dukungan yang diberikan partai Gerindra, PBR, Buruh dan PPD terhadap PDIP, Eddy mengatakan bawasannya ketiga partai tersebut pada saat pendaftaran calon pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis memang menyatakan diri mendukung calon pasangan tersebut. “Namun gabungan (koalisi) partai tersebut hanya menyatakan diri secara lisan artinya tidak ada legalitas yang dilampirkan pada saat pendaftaran,” terang Eddy. Sementara, kejadian yang sama juga terhadap partai Buruh. Dimana pada saat pendaftaran pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis menyatakan diri mendukung calon pasangan tersebut sementara pada saat pendaftaran calon pasangan Mariadi-F.Markim, pimpinan partai Buruh melampirkan surat pernyataan partainya turut berkoalisi dengan PAN dan PDK mengusung pasangan itu. Menurutnya, dukungan sebuah partai dinyatakan sah apabila melampirkas legalitas dukungan sesuai mekanisme dalam partai tersebut terhadap satu calon pasangan. Begitu juga dengan partai Gerindra, di koalisi Menang, Eddy mengatakan partai pimpinan Probowo Subianto itu telah melampirkan legalitas. “Kita lihat saja nanti pada masa perbaikan, apabila didapati satu kepengurusan partai mendukung atau mengusung dua calon yang berbeda, maka suara partai tersebut dianggap tidak sah. Sedangkan apabila satu partai memberi dukungan kepada dua calon berbeda namun dilakukan dua kepengurusan yang berbeda, KPU akan melakukan verifikasi terlebih dahulu hingga ke Depkumham, untuk mencari mana kepengurusan yang sah,” tandas Eddy.

Calon Pemimpin Bengkayang, Dari Wakil Bupati Hingga Kepala Desa


Februari 2010

Seperti yang sudah diketahui ramai pihak, hasil yang diperoleh KPU Bengkayang saat pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang periode 2010-2015 yakni mendapatkan sebanyak enam calon pasangan yang mendaftarkan diri. Keenam calon pasangan tersebut, yakni Pasti-M.Yunus, Suryadman Gidot-Agustinus Naon, Jupi-Joni Abdullah, Moses Ahie-Sebastianus Darwis, Mariadi-F.Markim dan Petrus SA-Ruma Rupama maju setelah diusung partai politik yang ikut serta pada Pemilu Legislatif 2009 yang lalu, baik yang memiliki perwakilan di DPRD maupun tidak.

Namun ternyata, motivasi para kandidat itu mencalonkan diri sungguh luar biasa, mereka tidak memandang latar belakang jabatan yang dipegang. Itu merupakan hak politik setiap warga Negara, dimana siapapun warga Negara Indonesia berhak memilih dan dipilih. Dari data yang berhasil dikumpulkan, para calon pasangan berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari Wakil Bupati (Suryadman Gidot), Ketua dan Anggota DPRD (Sebastianus, Mariadi, F.Markim, M.Yunus, Pasti Darwis), PNS (Moses Ahie, Agustinus Naon, Jupi, Ruma Rupama (PNS) hingga Kepala Desa (Joni Abdullah).

“Tergantung masyarakatnya lagi yang berhak menentukan figure mana (apabila memenuhi syarat) yang dianggap layak menjadi pemimpin Bengkayang lima tahun mendatang,” kata Ketua KPU Bengkayang, Eddy A,SH.

Menurutnya, sepanjang syarat dipenuhi sebagaimana yang telah diatur dalam perundang-undangan, hal itu tidak menjadi masalah karena itu merupakan hak setiap warga Negara. Ditambahkannya, semakin banyak latar belakang yang dimiliki calon pasangan tersebut, setidaknya itu akan memberikan banyak pilihan kepada masyarakat (pemilih) sebagai pemimpin yang dianggap layak membawa kemajuan bagi daerah ini. Hanya, Eddy menambahkan dengan banyaknya pilihan itu, masyarakat bersama pasangan dapat menjaga situasi kondusif di Bumi Sebalo.