Optimalkan Penggunaan Ambulance, Dinkes Surati Kepala Puskesmas


Februari 2010

Guna mengoptimalkan penggunaan mobil Puskesmas Keliling (Pusling) atau Ambulance di Kecamatan, Kepala Dinas Kesehatan Bengkayang telah menyurati setiap Kepala Puskesmas di 17 Kecamatan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Made Putra Negara melalui Sekretaris Dinas, Libertus, Selasa (2/2) di Bengkayang. Menurutnya, dikeluarkannya surat nomor :445/044/YKM-DKB/I/2010 tertanggal 20 Januari 2010 itu dimaksud agar fasilitas yang disediakan tersebut dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal khususnya sebagai sarana transportasi.
“Dikeluarkannya surat ini diharapkan mobil Pusling dapat dimanfaatkan dengan baik bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, dengan disediakannya fasilitas tersebut, dalam penggunaannya tarif yang dibebankan kepada masyarakat disesuaikan dengan biaya yang menjadi standar jarak tempuh suatu daerah. Dan lebih khusus, bagi masyarakat yang memiliki kartu Jamkesmas, biayanya menjadi lebih ringan. Salah satu Kepala Puskesmas yang telah menindaklanjuti perihal tersebut adalah Kepala Puskesmas Lumar, Marsalinus Lukas, A.Md.Kep. Dimana dalam surat yang disampaikannya kepada masyarakat dikecamatan itu, untuk penggunaan mobil ambulance bagi masyarakat telah ditentukan tarifnya.

Khusus untuk Lumar ke RSUD Bengkayang, biaya yang dikenakan sebesar 150.000. Lumar ke RS Bethesda sebesar 275.000. Lumar ke Singkawang sebesar 500.000. serta 850.000 untuk apabila masyarakat (pasien) dibawa ke Pontianak. “Namun hingga saat ini, kita (Dinkes) masih belum menerima laporan dari kepala puskesmas yang lain mengenai surat tersebut,” tandas Libertus.

MTQ Bengkayang Resmi Dibuka


Februari 2010

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bengkayang secara resmi digelar hari ini, Rabu (3/2) dan berakhir Sabtu (6/2) ini. Secara resmi kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bengkayang, Jacobus Luna.Sementara untuk acara penutupannya mendatang rencananya akan ditutup langsung oleh Wakil Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. Demikian keterangan yang disampaikan Kabag Humas Pemda Bengkayang, Frans Andot, Rabu (3/2) melalui seluler. “MTQ ke-II ini diikuti seluruh kecamatan yang ada di Bengkayang (17 Kecamatan),” sebutnya.

Dari keterangan yang disampaikan selanjutnya, Ia mengatakan bahwa sebelum kegiatan dibuka, terlebih dahulu dilaksanakan pawai dikecamatan itu pada sore harinya. MTQ yang diselenggarakan ini tidak terlepas dari persiapan kabupaten Bengkayang dalam menghadapi MTQ tingkat propinsi yang akan digelar di Kabupaten Landak, April tahun ini.

Delapan Cabang Ditargetkan Raih Medali


Februari 2010

KONI Bengkayang menargetkan delapan cabang olahraga (Cabor) dapat meraih meali pada Porprop Juli mendatang. Demikian ungkap Ketua KONI Bengkayang, Jacobus Luna melalui Sekretaris KONI, Happy Langi, Selasa (2/2) di Bengkayang.Adapun delapan Cabor yang ditargetkan dapat meraih medali tersebut yakni, Atletik, Tarung Derajat, Silat, Catur, Karate, Panjat Tebing, Selam dan Sepak Takraw. “Target ini didasarkan pada prestasi yang telah dicapai masing-masing Cabang pada pada saat mengikuti event-event resmi,” jelasnya. Sementara itu untuk Cabor lainnya, seperti Balap Sepeda, Voli, Sepakbola, Basket dan lainnya, Happy menyebutkan belum bisa menjanjikan target medali. Namun yang pasti untuk semua Cabor, Ia mengharapkan para atlet yang dipercaya Daerah dapat memberikan yang terbaik.

Pemda Diminta Lakukan Operasi Pasar


Januari 2010

Kenaikan harga gula dan beberapa harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng membuat masyarakat semakin terhimpit ditengah kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi. Kondisi itu tak luput dialami masyarakat Bengkayang, salah seorang diantaranya yakni Rudi. Warga Kelurahan Sebalo ini mengeluh terutama dengan kenaikan tiga bahan pokok tersebut sebab hal itu perlahan-lahan memberikan dampak kenaikan pada harga kebutuhan lainnya.

Dari keterangan yang disampaikannya, kenaikan tiga kebutuhan dipasaran Bengkayang setelah Natal berkisar Rp.500 untuk minyak goreng dari harga Rp.8000/Kg. Gula pasir naik Rp.50 ribu/Kg dari 470 ribu. Beras naik Rp.8000 dari Rp.115 ribu. Untuk menekan cepatnya peningkatan harga barang tersebut, Rudi mengharapkan campur tangan pemerintah setempat, khususnya DPRD dan dinas terkait yakni Disperindagkop segera melakukan Operasi Pasar. “Operasi pasar ini dimaksud agar para pedagang tidak semaunya menaikkan harga barang terutama kebutuhan pokok yang lainnya,” ungkap lajang yang satu ini saat ditemui, Jumat (22/1) di Kantor Perwakilan media ini. Menurutnya campur tangan Pemda setidaknya dapat mempengaruhi kondisi harga-harga barang dipasaran Bengkayang. Dan bila perlu, Pemda bisa mengambil tindakan yang pantas apabila ditemukan pedagang yang tidak mengindahkan aturan.

Gidot : “Masyarakat Jangan Mudah Termakan Isu”


Januari 2010

Menjalani tahapan Pilkada Bengkayang yang setakat sudah berjalan hampir tiga minggu, Wakil Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengharapkan agar masyarakat Bengkayang tidak mudah termakan isu-isu yang bersifat negative. “Hal ini dimaksud agar situasi kondusif yang tercipta selama ini tidak ternodai hanya karena isu-isu negative yang sengaja disebarkan sebagai upaya untuk menjatuhkan seseorang,” kata suami dari Femi Oktaviani Haryanti ini, Jumat (22/1) di Bengkayang.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini, isu-isu negative yang digunakan sebagai bahan untuk melakukan blackcampaign (kampanye hitam) sangat berpotensi menciptakan suasana yang tidak kondusif di Bengkayang. Disini, katanya perlu keterbukaan pemikiran dalam masyarakat itu sendiri dalam mencerna setiap isu-isu yang berkembang. Untuk itu, Gidot mengajak, baik pemerintah maupun masyarakat dapat melakukan koordinasi yang baik dalam menanggapi kebenaran isu yang masuk.

“Sebaiknya sebelum termakan isu-isu negative, masyarakat harus membuktikan dulu kebenarannya sehingga tidak mudah menyebar ke kalangan masyarakat luas,” tandasnya

ABG Sebagai Ajang Menggali Potensi di Bidang Seni


ABG, Audisi Bersama Gidot resmi dimulai, Jumat (22/1). Acara pembukaan dilakukan langsung Ketua Panitia, DR (HC) Suherman Acap di Gedung Pesparawi Bengkayang. Dalam sambutannya, Suherman Acap mengatakan ABG dilaksanakan guna menggali potensi dikalangan kaum muda Bumi Sebalo, khususnya di bidang seni tarik suara. “ABG merupakan terobosan dari masyarakat Bengkayang yang memiliki kepedulian terhadap bidang seni,” katanya.

Menurutnya, ABG merupakan yang pertama di Bumi Sebalo sejak berdiri. Hal ini dipandang perlu karena selama ini kepedulian terhadap penggalian potensi tersebut masih sangat minim.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Sekretaris Panitia ABG, Wardi ditempat bersamaan, ABG secara resmi dimulai Jumat ini. Sedangkan secara keseluruhan peserta yang akan bersaing dalam ABG sebanyak 150 peserta.

“Keseluruhannya berasal dari 17 Kecamatan yang ada di Bengkayang,” sebut Wardi.

Mengingat banyaknya peserta bersaing, Ia mengatakan Audisi dilakukan dalam 2 hari. Untuk hari pertama, yakni hari ini, Jumat sebanyak 70 peserta akan dinilai oleh tim juri yang ditunjuk panitia guna menentukan siapa saja yang layak lolos ketahap berikutnya. Sementara untuk hari kedua, dilaksanakan, Sabtu (23/1) ditempat yang sama bagi 80 peserta yang tersisa.

“Mereka yang lolos penilaian akan memasuki grandfinal pada 27 April mendatang bertepatan dengan HUT Pemda Bengkayang ke-11,” ungkap lajang yang menjabat sebagai Wakasek SMA Borneo ini.

Dalam memberikan penilaian, pihak panitia menghadirkan tim juri yang dianggap mapan dan berpengalaman di bidang seni. Dari penjelasannya, panitia menghadirkan tiga orang juri, masing-masing Anton (Musisi), Eliaser Nobatolis (Pelatih Pesparawi Kalbar), Marsel (10 besar Dangdut Dadakan TPI).

“Mereka yang berhasil meraih juara I, II dan III nantinya akan dibuat album rekaman, difasilitasi untuk mengikuti KDI atau Dangdut Mania, Kunjungan ke Ibukota serta Piagam,” tandas sarjana Matematika ini mengakhiri pembicaraan.

Selokan Tersumbat, Lurah Harapkan Perhatian Instansi Terkait


Hampir semua selokan yang terdapat ditengah pasar Bengkayang tersumbat. Akibatnya, air dengan mudah menggenangi jalan disekitarnya. Paling parah kondisi itu terdapat di Pasar Tengah menuju gedung pancasila. Demikian ungkap Lurah Bumi Emas, Eduardus Ason belum lama ini di Bengkayang. Menanggapi hal tersebut, Lurah, Ia mengatakan telah menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait seperti Pekerjaan Umum maupun Kantor Lingkungan Hidup untuk ditindaklajuti dengan memperbaiki selokan yang tersumbat itu.

“Belum lama ini, kondisi itu sudah kita sampaikan kepada instansi terkait untuk diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, selokan yang tersumbat tersebut memang tidak ditata kembali sejak beberapa tahun ini, apalagi aliran untuk membuang air selokan tersebut memang sudah sumbat. Dari kondisi itu, Eduardus berharap ketika selokan tersebut diperbaiki, hendaknya aliran pembuangan air menuju sungai Sebalo, sungai yang terdapat ditengah kota. Disamping perlunya perhatian Pemda Bengkayang terhadap kondisi selokan tersebut, Eduardus juga mengingatkan kepada masyarakat, terutama yang berdomisili di lokasi pasar agar selalu memperhatikan masalah kebersihan.

“Selokan itu tersumbatkan bukan karena pemerintah, tetapi karena masyarakat itu sendiri. Jadi agar selokan tersebut dapat berfungsi dengan baik, masyarakat harus bertanggungjawab menjaganya,” terangnya. Eduardus menegaskan bahwa masalah kebersihan merupakan masalah bersama, sehingga untuk menciptakan pola hidup bersih menjadi tanggungjawab bersama. Dijelaskannya, apabila semua pihak masing-masing tidak memperhatikan masalah kebersihan, keadaan itu akan menimbulkan berbagai dampak negative seperti sumber penyakit yang mana akhirnya dirasakan semua pihak.

Cap Go Meh Belum Bisa Dijadikan Daya Tarik


Perayaan Imlek atau Cap Go Meh di Bengkayang dianggap belum bisa dijadikan sebagai daya tarik wisatawan. Demikian ungkap Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Bengkayang, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Modern dan Tradisional, Rickhi H. Silalahi, Kamis (21/1) di Bengkayang. “Kondisi itu disebabkan perayaan Imlek belum sepenuhnya dikemas dengan baik, baik pemerintah maupun masyarakat yang merayakannya,” kata Ricky.

Menurutnya, hal tersebut tampak dari masih minimnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan guna menarik atau menggairahkan masyarakat pada saat perayaan ataupun sebelum perayaan. Ricky mencontohkan misalnya seperti diadakan festival, pertunjukkan atau parade sehingga ketika perayaan dilaksanakan, masyarakat memiliki antusias yang tinggi.

“Misalnya parade Barongsai yang melibatkan berbagai perkumpulan,” jelasnya.

Semakin banyak kegiatan yang diselenggarakan sebelum perayaan ini akan memberikan dampak pada saat Cap Go Meh dirayakan. Seperti yang telah disebutkannya, Ricky mengatakan untuk menjadikan perayaan Cap Go Meh lebih menarik, perlu keterlibatan pemerintah, keterlibatan itu tidak hanya berupa himbauan, tetapi juga perlu adanya tindakan langsung, misalnya terlibat dalam kepanitian seperti yang dilakukan Pemkot Singkawang selama beberapa tahun terakhir ini.

Akibat belum dikemasnya penyelenggaraan Cap Go Meh dengan baik antara pemerintah dengan Masyarakat, hingga saat ini menjelang perayaan suasana di Bengkayang masih belum menunjukkan kemeriahan Cap Go Meh yang jatuh pada 14 Februari mendatang.

Pasti Kembalikan Berkas


Januari 2010

Yohanes Pasti secara resmi telah mengembalikan formulir pendaftaran kepada Panitia Penjaringan Calon Bupati Bengkayang, Selasa (19/1) kemarin sekitar pukul 15:00 WIB. Pengembalian formulir tersebut disertai dengan penyerahan kelengkapan administrasi yang telah ditentukan panitia agar bisa mengajukan diri sebagai kandidat yang diusung partai berlambang pohon beringin tersebut pada Pilkada Bengkayang, 19 Mei mendatang. Pendaftaran penjaringan calon yang akan diusung partai berlambang pohon beringin itu berdasarkan JUKLAK Nomor : 02/DPP/GOLKAR/XII/2009 dan hasil rapat DPP Golkar Kalbar, 17 Januari 2009.

Pengembalian tersebut dilakukan langsung oleh Yohanes Pasti dengan didampingi Sekretaris DPD II Golkar Bengkayang, Heronius. Proses penyerahan formulir dan berkas administrasi pendaftaran itu dilakukan secara sederhana tanpa pengawalan dari para kader Golkar yang lainnya. Yohanes Pasti merupakan salah satu dari dua orang kandidat yang mengambil formulir pendaftaran. Selain dia, Kristianus Anyim juga telah mengambil formulir pendaftaran. “Namun hingga sekarang, belum ada kepastian dari pihak tersebut (Kristianus Anyim) bahwa mereka akan mengembalikan formulir sekaligus kelengkapan administrasi pendaftaran,” kata Ketua Panitia Penjaringan, Amkhan, S.Pd saat ditemui, Rabu (20/1) di Sekretariat.

Menurutnya, apabila Kristianus Anyim hingga Rabu, pukul 00:00:00 tidak mengembalikan formulir pendaftaran, praktis dalam persaingan Pilkada mendatang, DPD II Golkar Bengkayang hanya akan meverifikasi Balon yang mengembalikan berkas. Walaupun hanya satu orang yang mengembalikan berkas dan akan diverifikasi, namun tidak secara otomatis, kandidat tersebut bisa diusung partai karena yang berhak menentukan kandidat merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Penyampaian dari hasil verifikasi dari DPD II ke DPD I katanya paling lambat 23 Januari ini, sedangkan pihak DPD I menyampaikan hal tersebut paling lambat 25 Januari ini.

“Kita di DPD II hanya mengajukan dari hasil penjaringan, tetapi untuk memutuskan apakah kandidat tersebut layak diusung, itu merupakan kewenangan pusat (DPP). Sebab bisa saja kandidat yang ada tidak sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh aturan partai sehingga berujung pada penentuan salah satu kandidat yang dianggap layak,” tegas Amkhan menjelaskan.

Panwaskada Kecamatan Telah Ditetapkan


Januari 2010

Sebanyak 51 orang anggota Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) Bengkayang, Senin (18/1) telah ditetapkan oleh Panwaslukada Kabupaten. Penetapan tersebut berdasarkan Rapat Pleno Anggota Panwaslukada Kabupaten di Sekretariat dan tercantum dalam Berita Acara (BA) Nomor : 001/Panwaslukada/BKY/I/2010. Demikian informasi yang disampaikan Ketua Panwaslukada Bengkayang, Musa J kepada wartawan ini, Selasa (19/1) di Kantor Perwakilan. “Dari keseluruhan anggota yang dilantik itu, sebagian besar berasal dari anggota Panwaslu Kecamatan yang bertugas pada saat Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden lalu,” ungkap Musa.

Ia menyebutkan, keanggotaan Panwaslukada Kecamatan yang ditetapkan tersebut sekitar 60 persen merupakan wajah lama, sedangkan sisanya merupakan wajah baru. Namun mereka yang baru kali ini ditugaskan sebagai Panwaslukada Kecamatan, hampir semuanya telah memiliki pengalaman dalam Pemilu, yakni ada yang berasal dari anggota PPS, PPL maupun Pemantau Pemilu.

Dengan telah ditetapkannya anggota Panwaslukada Kecamatan, Musa berharap agar dengan pengalaman yang sudah ada, Panwascam dapat meningkatkan kinerjanya lebih baik dari Pileg dan Pilpres lalu, dan bagi yang baru bertugas saat Pilkada ini diharapkan juga mampu menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan amanah yang telah dicantumkan dalam Undang-undang.