Rapat Pleno, Kantor DPRD Bengkayang di Adakan Ritual Adat



KPU Bengkayang menjadwalkan melakukan Rapat Pleno penghitungan suara hasil pemungutan suara PPK se-Kabupaten Bengkayang pada Senin (24/5) di Kantor DPRD Bengkayang. “Rencananya Senin (24/5) lusa,” sebut Ketua KPU Bengkayang, Eddy A, saat dihubungi via telepon, Sabtu (22/5) dengan singkat. Rencana semula, rapat pleno guna merekap hasil pemungutan suara Pemilukada Bengkayang 19 Mei dilaksanakan 22 Mei ini, namun terpaksa ditunda karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan akibat aksi massa yang menghancurkan KPU, Jumat (21/5). Rapat Pleno tersebut akan dilaksanakan di Kantor DPRD. Plt. Ketua DPRD Bengkayang, Martinus Kajot ditemui dikediamannya, Sabtu (22/5) mengatakan pihaknya sebagai lembaga rakyat siap membantu aparat kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan selama penghitungan suara berlangsung. Bahkan untuk mempertegas komitmen tersebut, pria yang akrab disapa Kajot ini menyebutkan sebelum penghitungan dimulai, pihaknya terlebih dahulu membuat upacara atau ritual adat di DPRD Bengkayang. Upacara adat ini dimaksud untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh oknum-oknum tertentu yang kurang puas terhadap penghitungan suara maupun dan berusaha mengganggu situasi keamanan ditempat tersebut. “Hukum adat berlaku bagi siapa saja yang membuat permasalahan dan berusaha mengganggu proses pelaksanaan penghitungan suara,” pungkasnya.

Kapolres Jamin Rapat Pleno KPU Berlangsung Aman



Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga keamanan selama penyelenggaraan Rapat Pleno KPU di Kantor DPRD.
Hal ini dikatakannya saat ditemui di Ruang Rapat Mapolres, Sabtu (22/5).

Guna menciptakan situasi keamanan tersebut, Kapolres mengatakan pihaknya tetap mengacu pada strategi pengamanan yang telah direncanakan dalam Operasi Mantap Praja Polres Bengkayang 2010. Untuk menjalankan operasi tersebut, Polres Bengkayang akan mengerahkan 2/3 kekuatannya. Selain itu, dari Polda juga akan mengirim 1 SST Samapta dan 1 SST Brimob. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada.

“Kami menjamin keamanan selama penyelenggaraan Rapat Pleno. Namun yang perlu dilakukan juga adalah masyarakat, tim sukses, kandidat bersama-sama menjaga kondisi keamanan,” terangnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, menegaskan agar masyarakat tetap mempercayakan proses pengamanan kepada aparat. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, Nimitch meminta masyarakat agar dapat menahan diri dan tidak mudah terpancing.

“Apabila ditemukan permasalahan selesaikanlah secara hukum yang berlaku,” tandasnya.

Dua Provokator Ditahan

Pasca pengrusakan kantor KPU, Kapolres Bengkayang menyebutkan saat ini pihaknya telah menahan dua orang yang diduga sebagai provokator dari aksi tersebut.

“Inisialnya PA dan BM,” ucapnya menyebutkan inisial provokator itu.

Mereka ditahan karena dianggap telah melakukan tindakan provokasi terhadap massa yang sebelumnya hendak melakukan aksi damai namun berujung pada hancurnya kantor KPU.

“Saat ini keduanya telah dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujarnya lagi.

Menurutnya, dari provokator tersebut, kasus akan terus dikembangkan sehingga bisa ditemukan lagi siapa-siapa saja yang terlibat didalam pengrusakan serta mencari aktor utama dibalik kejadian itu. Kedua orang yang ditahan tersebut, saat ini masih berstatus sebagai saksi, namun apabila dalam proses pemeriksaan ditemui bukti-bukti yang kuat, keduanya akan ditetapkan sebagai tersangka. Dikatakanya lagi, tindakan pengrusakan di Kantor KPU dalam aksi kemarin akan dijerat dengan pasal pengrusakan apalagi fasilitas yang dirusak merupakan fasilitas Negara. Kendati semula aksi massa adalah menuntut dilakukan pemilukada ulang serta pendiskualifikasian pasangan nomor 3, tetapi tindakan pengrusakan dikategorikan dalam pelanggaran pidana umum.

Korban Penembakan Aksi di KPU, Sayangkan Tindakan Aparat


Aksi ratusan massa, Jumat (21/5) yang menuntut agar Panwaslu, KPU serta Kepolisian segera mengambil sikap terhadap salah satu kandidat yang diduga melakukan politik uang berujung pada penembakan sangat disayangkan.

“Aparat seharusnya lebih memperhitungkan dikeluarkannya tembakan kearah massa,” terang Herman saat mendatangi kantor perwakilan media ini, Sabtu (22/5) di Jalan Sanggau Ledo.

Menurutnya, tindakan yang diambil anggota Brimob tersebut tidak seharusnya terjadi. Aparat seharus memberikan tembakan peringatan terlebih dahulu sebelum menembak kerumunan massa, baru setelah itu apabila tidak digubris barulah wajar aparat melakukan penembakan. Dijelaskannya, pada saat kejadian, aparat memang memberikan peringatan, namun tembakan peringatan tersebut dilakukan bersamaan dengan penembakan kearah massa yang hendak menuju gudang logistik.

Kondisi ini diungkapkan Herman karena dengan matanya sendiri menyaksikan aksi penembakan aparat terhadap rekannya, yakni Niko Frangkas dengan jarak tembak yang sangat dekat sekali.

“Niko ditembak dengan jarak tembak yang sangat dekat, kurang lebih 5 meter,” terang Herman.

Herman sendiri mengaku kaget dan ciut melihat situasi yang berubah dimana salah satu rekannya tertembak. Bahkan Ia menduga Niko akan terluka parah akibat tembakan tersebut. Tembakan itu terjadi sekitar pukul 15:45. Usai aksi penembakan tersebut, massa akhirnya bubar.

Ditemui di Mapolres, Sabtu (22/5), Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch menyebutkan pihaknya tidak melakukan tindakan penembakan, tetapi upaya refresif karena situasi sudah tidak kondusif lagi sebagai upaya untuk meredam massa yang terlihat terprovokasi. Dimana massa telah melakukan perusakan terhadap kantor KPU dan merusak kotak suara yang menjadi inventaris bahan perhitungan nanti. Mengenai dua orang yang dikabarkan tertembak, Kapolres meluruskan bahwa keduanya bukan terkena tembakan langsung melainkan sebatas terserempet peluru. Penembakan itu sendiri hanya menggunakan peluru karet.

“Kedua orang tersebut yakni Bripka Agus Budi Utomo (Aparat) dan Hero (Masyarakat). Mereka sekarang sudah pulang,” jelas Nimitch.