*Debat Publik Cakada Bengkayang Cakada Diminta Akui Keberadaan Pers



Debat Publik bagi pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) Bengkayang 2010-2015, Sekretaris Aliansi Wartawan dan Pemuda (Awanda) Bengkayang, Krisantus, S.Sos meminta agar fungsi dan peran pers di Bumi Sebalo diakui sebagai mitra pemerintah dalam proses pembangunan di daerah ini.

“Kita berharap agar dalam debat public pasangan besok (hari ini-red), keenam kandidat dapat menempatkan dunia pers sebagai lembaga yang menjadi mitra dalam proses pembangunan Bengkayang,” kata Krisantus, S.Sos Minggu (2/5) di Bengkayang.

Menurut pria yang akrab disapa Kris tersebut, apa yang terjadi selama ini adalah keberadaan insan pers di Bumi Sebalo masih minim bahkan jarang sekali dihargai oleh kepemimpinan yang lama, dalam arti, dunia pers kurang dilibatkan dalam setiap proses pembangunan.

“Yang paling kentara adalah masih sulitnya teman-teman dari media mendapatkan informasi dari pihak pemerintah guna disebarkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Iyel menyebutkan kondisi seperti itu menunjukkan semacam adanya pengkerdilan terhadap dunia pers dan informasi bagi masyarakat di Bengkayang. Terakhir, Kris berharap agar terpilihnya kepemimpinan yang baru nanti, pers dapat dirangkul sebagai bagian dari pilar pembangunan di Bumi Sebalo.

Dua Periode, Bengkayang Tak Mampu Produksi Beras Lokal



Sebelas tahun sudah usia pemerintahan Bengkayang dan dua periode pula Drs. Jacobus Luna, M.Si memimpin. Namun hingga saat ini belum pernah terdengar wacana dari pemerintah akan diproduksinya beras lokal dari petani Bengkayang.

Sangat disayangkan, lahan luas dan subur tidak mampu dimanfaatkan dan diberdayakan selama dua periode kepemimpinannya. Bayangkan, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kabupaten Landak yang berdiri lebih lambat dari daerah dengan sebutan Bumi Sebalo ini, kedua daerah ini telah mampu membuat produk beras lokal sendiri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pertanian Bengkayang, tahun 2006, luas panen tanaman padi sebesar 23.779 hektar yaitu luas panen padi sawah sebesar 12.453 hektar dan padi ladang sebesar 11.326 hektar. Produksi padi selama tahun 2006 yakni sebesar 73.522 ton dan jika dipilah menurut jenisnya, produksi padi sawah sebesar 47.642 ton dan produksi padi ladang sebesar 25.880 ton.
Luas Panen, Rata-Rata Produksi, Produksi Tanaman Padi dan Palawija Tahun 2006
No. Jenis Tanaman Luas panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton)
1. Padi 23.779 30,92 77.522
2. Padi Sawah 12.453 38,26 47.642
3. Padi Ladang 11.326 22,85 25.880
4. Jagung 23.212 43,80 101.678
5. Ubu kayu 773 157,48 12.328
6. Ubi jalar 123 79,51 978
7. Kacang Tanah 290 10,00 290
8. Kacang Kedelai 227 10,97 249
9. Kacang Hijau 111 6,67 74
Sumber : BPS dan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang (angka tetap)