Meningkatkan Produksi Pertanian, Petani Jangan Hanya Andalkan Pupuk Anorganik


Sektor pertanian diakui hingga saat ini masih menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat di Bumi Sebalo, ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang menggantungkan diri dari usaha pertanian. Sebagai bukti, pada tahun 2008, Bengkayang berhasil meraih penghargaan dari presiden RI sebagai daerah yang memiliki ketahanan pangan. Selain itu, Bengkayang juga dikenal sebagai daerah penghasil jagung terbesar di Kalbar.

Kerja keras dan perawatan yang telaten dari para petani terhadap tanaman mereka merupakan kunci dari pencapaian itu. Kerja keras tanpa perawatan yang baik tidak akan berhasil apabila salah satunya tidak diperhatikan. Begitu juga sebaliknya.

Dalam hal ini, khusus dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman pertanian, Bupati Bengkayang, Drs. Jacobus Luna, M.Si mengharapkan agar para petani tidak hanya menggantungkan diri pada penggunaan pupuk organik bagi tanaman mereka, namun para petani juga diharapkan dapat mengembangkan penggunaan pupuk anorganik yang diproduksi mereka sendiri. Demikian salah satu isi sambutan yang disampaikan orang nomor satu di Bengkayang tersebut pada kegiatan Hari Lapangan (farm fielday) System of Intensification (SRI) di Desa Sebetung Menyala, Kecamatan Teriak, akhir Desember 2009 lalu.

“Hal ini guna mengantisipasi peluang terjadi gagal panen yang disebabkan tidak terpenuhinya pupuk bagi tanaman mereka,” ungkap pemimpin Bumi Sebalo dua periode ini.

Untuk menggiatkan para petani yang disertai dengan pengetahuan yang luas pula, Bupati sebentar lagi berakhir masa jabatannya meminta kepada dinas terkait, yakni Dinas Pertanian agar lebih giat lagi turun langsung dalam masyarakat (petani) hingga mereka sudah benar-benar matang dalam mengolah hasil pertanian mereka.

Mengenai kemungkinan dibangunnya pabrik guna memproduksi pupuk anorganik, Bupati mengatakan apabila hal itu perlu dilakukan evaluasi secara matang oleh semua pihak sehingga pembangunannya dapat menyentuh kebutuhan pupuk petani.

Salah satu hal yang perlu dievaluasi menurut Kepala Dinas Pertanian Bengkayang, Magdalena adalah tingkat peminat para petani dalam menggunakan pupuk anorganik. Karena menurutnya, apabila kebutuhan akan pupuk tersebut semakin tinggi disertai dengan pengetahuan mereka memanfaatkannya maka tidak menutup kemungkinan pembangunan pabrik tersebut dapat direalisasikan.

“Untuk sementara yang dapat kami lakukan adalah menggiatkan para petani dalam membuat pupuk anorganik itu sendiri,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Dinas Pertanian selaku penyelenggara kegiatan tersebut mengadakan lomba tanam padi jenis Ciherang bagi 18 kelompok tani yang berada di Kecamatan Teriak. Melalui kegiatan itu pula, Pemda Bengkayang menyerahkan bantuan satu unit mesin perontok padi (Power Treaser) bagi Poktan Kiranti, Sebente. Kemudian satu unit Reaper atau mesin panen padi kepada Ketua Poktan Sumber Rezeki, Bernadus Umar. Serta penyerahan bibit padi Hibrida kepada petani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s