*Debat Publik Pasangan Cakada Bengkayang Pimpinan Umum Borneo Tribune Jadi Panelis



Rangkaian pelaksanaan kampanye terbuka Pemilukada Bengkayang 2010, KPU akan mempertemukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang dalam kegiatan debat pasangan calon yang digelar, Senin (3/5) di Aula Kantor Bupati.

Anggota KPU Bengkayang Pokja Kampanye, Martinus Khiu menjelaskan, tujuan diadakannya Debat Publik ini mencakup beberapa hal pokok yakni bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sehingga menumbuhkembangkan kesadaran politik masyarakat agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan politik pada umumnya, terutama pada Pimilukada 2010 ini. Kemudian tujuan lainnya adalah guna memfasilitasi pasangan Cakada dalam menyebarluaskan visi, misi dan program kerjanya kepada masyarakat. Serta bertujuan untuk merealisasikan program kerja KPU Bengkayang pada pelaksanaan Pemilukada 2010.

Guna menghasilkan debat publik pasangan Cakada yang berkualitas, KPU Bengkayang telah menunjuk beberapa orang Panelis yang dianggap berkompeten dibidangnya masing-masing. Panelis merupakan orang yang ditunjuk oleh KPU untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada setiap Pasangan Cakada.

“Penunjukkan Panelis itu terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pasangan calon,” kata Martinus Khiu, Jumat (30/4) di Aula Paroki Bengkayang.

Ia menyebutkan, Debat Publik tersebut, KPU Bengkayang telah menunjuk tiga orang Panelis, yakni Pimpinan Umum Harian Borneo Tribune dan Sekretaris Dewan Pendidikan Kalbar, H. Nur Iskandar, SP. Direktur Perusda Aneka Usaha, Drs. P. Florus serta Dekan Fisipol Untan, Prof. AB. Tandililing MA.

Debat Publik ini digelar sebanyak dua putaran. Putaran I dimulai pukul 13.00 s.d 15.00 WIB dan Putaran II mulai pukul 15.10 s.d 17.30 WIB. Sementara itu, materi yang akan disampaikan meliputi tiga aspek kehidupan, yakni (1). Pendidikan, Kesehatan, Budaya, Pemuda dan Olahraga. (2). Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat. (3). Pemerintahan dan Supremasi Hukum.

Dihubungi via telepon seluler, H. Nur Iskandar, SP., mengatakan memang benar dirinya ditunjuk oleh KPU Bengkayang sebagai Panelis. Saat ini, dirinya tengah mempersiapkan diri dengan menyusun draft pertanyaan mendasar yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat di Bumi Sebalo. Namun apa-apa saja pertanyaan yang akan disampaikannya, Pria yang akrab disapa Nuris ini enggan menyebutkannya.

“Nanti dulu. Pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan belum bisa dibeberkan sekarang. Pada waktu pelaksanaannya nanti baru kita keluarkan,” ujarnya.

Belum dibeberkannya berbagai pertanyaan yang akan disampaikan Ia dan Panelis lainnya adalah guna menciptakan debat yang berkualitas dengan jawaban yang benar-benar murni dari setiap pasangan tanpa terlebih dahulu dipersiapkan, karena jawaban yang akan disampaikan pasangan akan didengar langsung oleh para masyarakat luas.

Sementara itu, guna mengamankan kegiatan Debat Publik tersebut dan menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch menyebutkan pihaknya akan mengerahkan 370 personilnya atau 2/3 kekuatan Polres.

Advertisements

Meningkatkan Produksi Pertanian, Petani Jangan Hanya Andalkan Pupuk Anorganik


Sektor pertanian diakui hingga saat ini masih menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat di Bumi Sebalo, ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang menggantungkan diri dari usaha pertanian. Sebagai bukti, pada tahun 2008, Bengkayang berhasil meraih penghargaan dari presiden RI sebagai daerah yang memiliki ketahanan pangan. Selain itu, Bengkayang juga dikenal sebagai daerah penghasil jagung terbesar di Kalbar.

Kerja keras dan perawatan yang telaten dari para petani terhadap tanaman mereka merupakan kunci dari pencapaian itu. Kerja keras tanpa perawatan yang baik tidak akan berhasil apabila salah satunya tidak diperhatikan. Begitu juga sebaliknya.

Dalam hal ini, khusus dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman pertanian, Bupati Bengkayang, Drs. Jacobus Luna, M.Si mengharapkan agar para petani tidak hanya menggantungkan diri pada penggunaan pupuk organik bagi tanaman mereka, namun para petani juga diharapkan dapat mengembangkan penggunaan pupuk anorganik yang diproduksi mereka sendiri. Demikian salah satu isi sambutan yang disampaikan orang nomor satu di Bengkayang tersebut pada kegiatan Hari Lapangan (farm fielday) System of Intensification (SRI) di Desa Sebetung Menyala, Kecamatan Teriak, akhir Desember 2009 lalu.

“Hal ini guna mengantisipasi peluang terjadi gagal panen yang disebabkan tidak terpenuhinya pupuk bagi tanaman mereka,” ungkap pemimpin Bumi Sebalo dua periode ini.

Untuk menggiatkan para petani yang disertai dengan pengetahuan yang luas pula, Bupati sebentar lagi berakhir masa jabatannya meminta kepada dinas terkait, yakni Dinas Pertanian agar lebih giat lagi turun langsung dalam masyarakat (petani) hingga mereka sudah benar-benar matang dalam mengolah hasil pertanian mereka.

Mengenai kemungkinan dibangunnya pabrik guna memproduksi pupuk anorganik, Bupati mengatakan apabila hal itu perlu dilakukan evaluasi secara matang oleh semua pihak sehingga pembangunannya dapat menyentuh kebutuhan pupuk petani.

Salah satu hal yang perlu dievaluasi menurut Kepala Dinas Pertanian Bengkayang, Magdalena adalah tingkat peminat para petani dalam menggunakan pupuk anorganik. Karena menurutnya, apabila kebutuhan akan pupuk tersebut semakin tinggi disertai dengan pengetahuan mereka memanfaatkannya maka tidak menutup kemungkinan pembangunan pabrik tersebut dapat direalisasikan.

“Untuk sementara yang dapat kami lakukan adalah menggiatkan para petani dalam membuat pupuk anorganik itu sendiri,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Dinas Pertanian selaku penyelenggara kegiatan tersebut mengadakan lomba tanam padi jenis Ciherang bagi 18 kelompok tani yang berada di Kecamatan Teriak. Melalui kegiatan itu pula, Pemda Bengkayang menyerahkan bantuan satu unit mesin perontok padi (Power Treaser) bagi Poktan Kiranti, Sebente. Kemudian satu unit Reaper atau mesin panen padi kepada Ketua Poktan Sumber Rezeki, Bernadus Umar. Serta penyerahan bibit padi Hibrida kepada petani.

Kecamatan Capkala Menang Lomba Lagu Daerah



Kecamatan Capkala berhasil menjadi juara dalam lomba lagu daerah di Ajang Festival Budaya Bumi Sebalo (FBBS) yang digelar 23-27 April di Aula Kantor Bupati Bengkayang. Keberhasilan ini dicapai setelah Kecamatan bagian utara di Bumi Sebalo tersebut mengalahkan peserta dari Kecamatan Bengkayang dan Seluas. Demikian disampaikan Kadis Budparpora, Rifin Fransisko melalui Kasi Kesenian Tradisional dan Modern, Ricky H. Silalahi, Senin (26/4) ditempat penyelenggaraan. Sementara itu, kecamatan Bengkayang dan Seluas masing-masing meraih juara unggulan I dan II. Disebutkannya, lomba lagu daerah hanya diikuti oleh tiga kecamatan. Namun hanya kecamatan Capkala yang menghadirkan peserta untuk lomba menyanyikan lagu Dayak dan Melayu sedangkan dua kecamatan lainnya hanya menyertakan lagu Dayak. Masih dari kategori perlombaan tersebut, Ricky mengatakan Kecamatan Capkala juga meraih juara untuk kategori Penyaji Musik lagu Dayak, Penata Musik dan Penyanyi Terbaik Lagu Dayak terbaik sedangkan untuk lagu Melayu hanya meraih juara unggulan. Sementara untuk perlombaan lain seperti Pangka Gasing, Uri Gasing, Menyumpit dan Memasak masing-masing juara berasal dari Kecamatan Sungai Raya (Pangka Gasing dan Uri Gasing), Menyumpit Putri (Kecamatan Siding), Menyumpit Putra (Kecamatan Samalantan) sedangkan dalam perlombaan memasak makanan khas, yang menjadi juara adalah kecamatan Bengkayang.

Guru TK dan PAUD Sebagian Besar Tamatan SMA


“Sebagian besar, yakni sekitar 60 persen guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Usia Anak Usia Dini (PAUD) di Bengkayang berasal dari tamatan SMA,” demikian ungkap Ketua Panitia Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Guru TK dan PAUD se-Kabupaten Bengkayang, Wira Paranita disela-sela kegiatan, Kamis (8/4) di Aula TK Pembina.
Hal inilah yang menjadi latar belakang digelarnya sosialisasi mengenai Penguasaan Kelas, Pembuatan SKM, SKH serta Perangkat Pembelajaran Lainnya bagi para guru tersebut.

Dari data yang dipaparkan Bendahara GOPTKI, Siti Rondiyah Elias Ujang dan Ketua IGTKI Erni Agustini pada saat yang sama menyebutkan jumlah TK di Bengkayang sebanyak 26 TK dengan tenaga pengajarnya kurang lebih 80 orang. Sedangkan untuk PAUD disebutkan sebanyak 20 dengan guru kurang lebih 30 orang. Lebih lanjut, Mahasiswi Program Studi PAUD pada Universitas Muhammadiyah Pontianak yang saat ini sedang menjalankan Praktek Kerja Mahasiswa (PKM) di Bengkayang dalam kegiatan tersebut, pihaknya mendatangkan Dosen Universitas Muhammadiyah, Ketua Tim BCCT Dinas Pendidikan Propinsi, serta guru TK dan PAUD se-Bengkayang, baik sebagai undangan maupun peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, Wira berharap agar kompetensi para guru TK dan PAUD di Bengkayang semakin meningkat dalam memberikan pembelajaran dini bagi anak-anak. Sementara itu, Siti Rondiyah menambahkan, untuk mendukung kegiatan pengembangan para guru, pihaknya dari IGTKI akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap tenaga pengajar. Siti juga berharap agar peran serta instansi terkait (dinas pendidikan) dapat mendukung sepenuhnya pengembangan para guru sehingga pada akhirnya dapat menciptakan SDM Bengkayang yang berkualitas.

Kendala Memperjuangkan Usulan Daerah Karena Adanya Kepentingan Parpol



Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kalbar, Erma Suryani Ranik selama sepekan ini mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Bengkayang. Rabu (29/4), anggota Komite IV DPD RI tersebut mengadakan pertemuan dengan Bupati, Kepala SKPD, Dandim, Kejaksaan dan DPRD Bengkayang. Pertemuan tersebut dilaksakan di Mess Pemda Bengkayang, Jalan Sanggau Ledo. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat Bengkayang yang disampaikan Bupati dan Perangkatnya. Memanfaatkan kesempatan itupula, Bupati dan Pejabat pemerintah daerah ini menyampaikan unek-unek pembangunan yang dirasakan sangat urgen bagi pengembangan daerah ini. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr. I Made Putra Negara, pada kesempatan itu, Pria asal Bali ini meminta agar wanita yang menjadi perpanjangan Kalbar di Pusat tersebut dapat memperhatikan berbagai pembangunan kesehatan di Bengkayang, seperti RSUD, Puskesmas, Peningkatan Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan. Hal ini disampaikan mengingat Bengkayang merupakan salah satu dari lima Kabupaten di Kalbar yang memiliki perbatasan langsung dengan Negara tetangga, Malaysia. Berkaitan dengan masalah perbatasan juga, Dandim Singkawang yang diwakilkan kepada Danramil Bengkayang, Kapten Sujarno menyampaikan aspirasinya bahwa perlunya perhatian pemerintah terhadap masalah perbatasan. Masalah perbatasan menurutnya membutuhkan pembenahan ekstra. Karena hal itu juga berkaitan dengan masalah ketahanan NKRI. Pembangunan Border, Jalan Pararel dan tapal batas merupakan beberapa inti permasalahan yang disampaikannya. Menanggapi berbagai usulan tersebut, Suryani Ranik mengatakan dirinya bersama anggota DPD RI asal Kalbar dan DPD yang daerahnya memiliki perbatasan seperti Kalbar telah mengupayakan agar pembangunan diperbatasan dipercepat. Namun untuk merealisasikan usulan tersebut terealisasi perlu perjuangan keras.

“Salah satu kendala untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang diusulkan oleh anggota DPD adalah karena banyaknya kepentingan Parpol yang perlu diimbangi,” ungkapnya.

Kepentingan Parpol berarti kepentingan yang diperjuangkan oleh anggota DPR-RI. Kepentingan DPR-RI itu juga merupakan kepentingan yang berasal dari masyarakat. Jadi salah satu upaya yang dilakukan anggota DPD RI agar usulan yang dibawa dapat diterealisasi adalah selalu melakukan sharing dengan anggota DPR-RI agar setiap usulan dapat diperjuangkan.

Polres Amankan Enam Unit Mesin Don Feng


Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang berhasil mengamankan enam unit mesin Don Feng yang biasa digunakan masyarakat untuk menambang emas di Kecamatan Monterado saat melakukan razia PETI 21 dan 22 April kemarin. Demikian ungkap Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch di Bengkayang baru-baru ini.

Razia yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 s/d 17.00 tersebut melibatkan langsung Masyarakat, Tokoh dan Kades Sendoreng, Koramil, camat, Sat Pol PP, Kades.

“Hasilnya, diamankan enam unit mesin dompeng dan sekarang Barang Bukti (BB) tersebut disimpan di Mapolres,” jelasnya.

Pada saat razia tersebut, Kapolres mengaku tidak ada perlawanan yang dilakukan pemilik maupun pekerja tambang. Diadakannya razia ini katanya berkat adanya laporan dari warga setempat mengenai aktivitas penambangan di Danau Thai Pi yang berdekatan dengan sumber air minum masyarakat Sendoreng. Upaya penertiban PETI itu, Nimitch menyebutkan pihaknya mengerahakan 50 anggota Polres.

Mengenai razia itupula, Ketua LSM Bina Lingkungan Hidup Borneo (BLBH) Bengkayang, Niko Prangkas menyambut baik upaya yang dilakukan penegak hukum tersebut. Menurutnya, sangat disayangkan apabila kondisi lingkungan terus menerus dirusak oleh sekelompok orang yang hanya memikirkan kepentingan perut sesaat. Ini dikatakannya karena Ia mengaku prihatin dengan kondisi lingkungan yang berada disekitar lokasi penambangan yang rusak berat.

“Tanah yang dikeruk tersebut membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun baru bisa dimanfaatkan lagi, jadi dapat dibayangkan apabila penambangan ini terus berlanjut, berapa generasi yang harus menderita akibat kerusakan itu,” tandasnya.

Surat Suara Pemilukada Bengkayang Sebanyak 140.203



Logistik Pemilukada Bengkayang seperti Surat Suara, Kartu Pemilih dan Formulir Model C-1 (berita acara di TPS) tiba di gudang logistik KPU Bengkayang, Selasa (27/4) kemarin. Ketua KPU Eddy A., “Logistik tersebut sudah berada di Gudang logistik KPU dan hari ini (kemarin-red) sudah mulai dilakukan pelipatan yang dikawal langsung anggota Kepolisian,” kata pria yang akrab disapa Eddy itu. Mantan Direktur Akademi Bumi Sebalo (ABS) Bengkayang tersebut kemudian menyebutkan untuk Surat Suara yang datang sebanyak 140.230 lembar. Jumlah ini berasal dari perhitungan Jumlah DPT ditambah Jumlah DPT x 2,5 % (cadangan per TPS). Hasil tersebut ditambah sebesar 1 % Surat Suara Cadang apabila pada saat pelipatan dan sortir terjadi kerusakan. Jumlah DPT : 135.455 (+) 135.455 x 2,5 % (+) 135.455 x 1% sehingga jumlah Surat Suara yang didatangkan sebanyak 140.230 lembar. “Sementara untuk kartu pemilih, KPU hanya menyediakan sesuai dengan jumlah DPT, yakni 135.455 kartu,” tandas Eddy.