Khawatir Dengan Keberadaan Orgil dan Gepeng Krisantus


Melihat kondisi kota Bengkayang dalam kurun waktu terakhir ini sudah dihiasi dengan semakin bertambahnya keberadaan orang gila (Orgil) dan gelandangan, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Akar Rumput, Frans Asok mengaku kekhawatirannya bila hal itu terus dibiarkan.

“Yang kita khawatirkan terhadap keberadaan orgil dan gepeng ini adalah akan mengganggu tata kota Bengkayang dan juga akan menimbulkan penyakit baru (penyakit sosial) bagi Pemda setempat,” kata Asok yang ditemui, Selasa (6/10) di Perwakilan Media ini.

Seperti yang tampak setiap hari dipasar Bengkayang, Orgil dan Gepeng tidak mengenal siang dan malam selalu ada saja yang berkeliaran. Selain menggangu pemandangan, keberadaan mereka juga tidak menutup kemungkinan akan mengganggu keamanan masyarakat lainnya.

Oleh karena itu, Fran Asok mengharapkan agar instansi terkait yang memiliki kaitannya terhadap penanganan Orgil dan Gepeng, seperti Dinsosnakertrans, Kesbanglinmas, BPPMP, Dinkes mestinya segera mengambil tindakan. Salah satunya dengan merazia Orgil dan gepeng yang berkeliaran di pingggir jalan maupun di pusat-pusat perbelanjaan, untuk di tampung dan direhabilitasi di tempat penampungan, sehingga keberdaa orang gila tersebut tidak menggangu masyarakat.

“Takutnya pada masa mendatang, akan sulit ditangani,” tandas Asok.

Advertisements

*Menekan Penyebaran Penyakit DBD Puskesmas Diminta Tingkatkan Kewaspadaan



Upaya menekan dan meminimalisir penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria di berbagai daerah di Kabupaten Bengkayang, Rabu (21/10) kemarin, Wakil Bupati, Suryadman Gidot bersama Kepala Dinas Kesehatan Bengkayang mengadakan rapat koordinasi dengan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bengkayang. Rapat yang digelar di ruang pertemuan Bupati Bengkayang, lantai II tersebut dapat dijadikan momentum bersama dalam mengambil langkah-langkah menanggulangi penyebaran penyakit yang disebabkan Nyamuk Aedes Aegipty di daerah ini.

“Kita menginstruksikan kepada para Kepala Puskesmas agar mampu meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap bahaya penyebaran penyakit DBD di masyarakat,” kata Suryadman Gidot usai pertemuan.

Disebutkannya, adapun langkah-langkah yang akan diambil dalam mengatasi penyebaran penyakit tersebut ialah menekankan agar pihak puskesmas selaku lembaga pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat untuk segera mengambil tindakan dalam menangani penderita DBD.

“Diharapkan agar Puskesmas dapat mengambil tindakan penangan secepatnya apabila ditemukan penderita DBD diwilayah mereka. Dan apabila penanganan tersebut tidak bisa dilakukan Puskesmas maka hendaknya Puskesmas segera merujuk penderita ke Rumah Sakit yang layak,” jelas Gidot.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkayang, dr. I Made Putra Negara mengatakan berdasarkan laporan dari Kepala Puskesmas tindakan yang diharapkan tersebut pada dasarnya sudah dilakukan. Namun, tetap saja penyebaran penaykit tersebut mengalami peningkatan.

Dari keterangannya, salah satu penyebab mudahnya penyebaran penyakit tersebut adalah karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD. Termasuk masih minimnya sosialisasi yang dilakukan.

“Secara keseluruhan, sejak September hingga Oktober telah ditemui 195 penderita DBD di Bengkayang yang didominasi dari kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang serta Sanggau Ledo,” sebut Made.

Untuk mengatasi masalah itu, dalam rapat koordinasi tersebut Made menambahkan ada beberapa tindakan yang akan diambil selanjutnya bagi mengurangi penyebarannya. Yakni, dengan melakukan fogging didaerah-daerah yang terdapat penderita DBD, selain itu untuk tahun 2010 mendatang akan dianggarkan dana bagi kegiatan sosialisasi serta pemantau dan pemberantasan jentik dirumah-rumah penduduk.

“Untuk pemantauan dan pemberantasan jentik akan dilakukan minimal dua bulan sebelum musim rawan DBD datang, yaitu sekitar bulan Juli,” tandasnya.

*Penutupan Posko Gempa Sumbar. Bupati : “Jangan Dilihat Nilainya”



Posko Gempa Sumbar yang dibentuk oleh gabungan para pemuda Bengkayang di Jalan Basuki Rachmat, setelah dibuka sejak 6 Oktober lalu, Senin (19/10) kemarin resmi ditutup oleh Bupati Bengkayang, Jacobus Luna. Acara penutupan yang dihadiri para Kepala Dinas, Ketua DPRD sementara serta berbagai elemen kemasyarakatan tersebut menunjukkan adanya partisipasi yang besar dari para penyelenggara pemerintahan Bengkayang.

“Jangan dilihat nilainya, tapi yang terpenting sumbangan yang kita salurkan diberikan dengan iklhas,” kata Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan keiklhasan tersebut berarti telah menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama tanpa melihat sebuah perbedaan. Pada kesempatan itu juga, Bupati mengharapkan agar kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda di Bengkayang ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lain.

Adapun kelompok pemuda yang tergabung dalam Posko Gempa Sumbar tersebut yakni, Yayasan Masyarakat Tionhoa, Dewan Pajanang Adat Dayak Banyadu, Remaja Masjid Agung serta Paparuga Bengkayang.

Dikatakan Kepala Pajanang Adat Dayak Banyadu, Fabianus Oel, partisipasi masyarakat dianggap tinggi, bahkan dibanding dengan instansi pemerintahan, partisipasi masyarakat seperti pedagang kaki lima serta pihak sekolah lebih besar.

“Menurut penilaian, sebenarnya partisipasi masyarakat sangat tinggi, hanya saja mereka kurang mendapatkan informasi mengenai adanya Posko gempa ini,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Posko Gempa Sumbar, Suryadman Gidot dalam sambutannya menyebutkan secara keseluruhan dana yang terkumpul selama dua minggu dibukanya posko yakni sebesar Rp46.815.500.
“Bantuan ini nantinya akan kita salurkan langsung kepada para korban gempa, namun cara penyaluran akan dibahas, apakah langsung kerekening di media-media massa yang ada atau saja dikirim langsung ke pihak pemerintah Sumatera Barat,” jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, Gidot mengatakan bantuan ini tidaklah seberapa besar nilainya, namun yang terpenting menurutnya adalah adanya rasa kepedulian terhadap sesama.

DPRD Bengkayang Berencana Akan Menggunakan Staf Ahli


Guna mendukung kinerja anggota legislatif daerah ini, sesuai dengan UU Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Susduk, Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis mengatakan keberadaan Staf Ahli di Sekretariat DPRD Bengkayang dirasakan perlu. Untuk itu, ketika dihubungi, Rabu (21/10) kemarin, Dia mengatakan pihaknya berencana akan menempatkan staf ahli di Sekretariat DPRD.

“Khususnya staf ahli dibidang Pemerintahan dan Hukum dan juga bidang Keuangan,” kata Darwis.

Berdasarkan UU tersebut, staf ahli dapat dipilih atau diambil diluar Pegawai Negeri Sipil, misalnya Akademisi, namun berkompeten. Keberadaan staf ahli ini sendiri menurut Dia nantinya berfungsi memberikan berbagai pertimbangan bagi anggota DPRD dalam menjalankan tugas.

Kadaluarsa, IMKB Segera Adakan Mubes


Kadaluarsa, itulah gambaran yang disematkan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) periode 2007-2008, Wardi terhadap kepengurusan IMKB periode 2008-2009 yang diketuai Andri Froniko. Hal ini diungkapkan karena masa kepengurusan tersebut telah melewati jangka waktu selama delapan bulan lebih sejak berakhirnya masa kepengurusan pada Februari 2009 yang lalu.

“Seharusnya kepengurusan tersebut mengambil inisiatif untuk segera melaksanakan Mubes,” terang Wardi.

Dijelaskannya, bahwa pergantian susunan kepengurusan tersebut sangatlah penting guna membina sebuah organisasi yang baik karena didalamnya nanti akan terjadi regenarasi kepemimpinan bagi para Mahasiswa Bengkayang yang lainnya. Selain itu, wardi juga mengatakan dengan kondisi seperti itu, dalam setiap kesempatan seharusnya Ketua IMKB dalam keikutsertaannya pada sebuah kegiatan sudah tidak layak dengan mengatasnamakan IMKB, seperti yang terjadi dalam beberapa waktu lalu ketika adanya Seruan Pontianak (SP). Dimana pada saat itu, nama IMKB ikut terbawa ketika mempertanyakan perihal tersebut.

Berpendapat yang sama, Mahasiswa Fisip Untan yang juga berasal dari Bengkayang, Subarjo mengatakan bahwa lamanya masa yang dilewati oleh kepengurusan IMKB 2008-2009 tersebut menunjukkan adanya sebuah kemunduran dalam tatanan organisasi.

“Seharusnya pengurus yang ada saat ini dapat memberikan contoh yang baik bagi generasi penerus mereka, namun apa yang terjadi adalah adanya upaya untuk menghambat generasi baru untuk mengurusi IMKB,” terang Parjo-sapaannya.

Sementara saat dihubungi, Andri Froniko tidak menyebutkan apa yang menjadi alasan keterlamabatan kepengurusannya membentuk panitia Mubes guna memilih ketua IMKB yang baru. Ia hanya membantah pendapat yang disampaikan oleh Mantan Ketua IMKB 2007-2008. Dalam keterangannya tersebut, Andri menyebutkan bahwa apa yang dikatakan oleh seniornya itu bukanlah menjadi haknya. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Wardi diyakininya mengandung unsur politis karena didalam AD/ART, Alumni tidak berwenang mengintervensi kepengurusan tersebut. Dari keterangan selanjutnya, Andri mengatakan bahwa pada awal Nopember, tepatnya pada 7-8 Nopember mendatang, IMKB akan mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) guna memilih Ketua IMKB yang baru. Terpilih sebagai Ketua Panitia Mubes yakni Toni, Mahasiswa FKIP Untan.

“IMKB bukan milik Alumni atau sebuah kepentingan, namun IMKB adalah milik mahasiswa,” timpal Asmadi, Alumni Mahasiswa UPB Pontianak menambahkan pendapat Andri.

BOS SMA dan Jamkesmasda Masuk APBD Bengkayang



Sebuah terobosan cemerlang kembali keluar dari pemikiran Wakil Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot saat ditemui diruang kerjanya, Senin (31/8) kemarin. Sebuah ide yang menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat Bengkayang.

“Bersama lima orang anggota legislatif Bengkayang periode 2009-2014 yang tergabung dalam fraksi demokrat akan menjadikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi anak SMA dan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) sebagai salah satu prioritas penggunaan APBD pada tahun 2010,” katanya mengungkapkan pemikiran tersebut.

Dimana selama ini, dana BOS hanya sebatas diberikan pada pelajar SD dan SMP. Padahal tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk melanjutkan anaknya bersekolah hingga ketingkat SMA ataupun yang sederajat. Sedangkan Kartu Jamkesmas yang ada saat ini tidak semuanya dirasakan oleh masyarakat miskin pada saat penyebarannya. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bengkayang, I Made Putra Negara, penerima Kartu Jamkesmas Bengkayang sebanyak 78.340. Sementara data dari BPS 2008 yang disampaikan Wakil Bupati, masih ada sekitar 16.000 Kepala Keluarga (KK) yang membutuhkan perhatian terutama untuk penyediaan Jamkesmas.

“Untuk meningkatkan kualitas SDM daerah ini baik dari segi Pendidikan maupun Kesehatan, memasukan anggaran BOS SMA/MA/SMK dan Jamkesmas Daerah kedalam APBD Bengkayang 2010 merupakan sebuah hal yang sangat mendasar,” jelas Gidot. Untuk merealisasikan masuknya anggaran BOS SMA dan Jamkesmas Daerah kedalam APBD Bengkayang, menurut pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Bengkayang ini menyatakan perlunya dukungan dari pihak eksekutif dan legislatif.

“Terobosan ini dimaksud guna mensejahterakan masyarakat Bengkayang seutuhnya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan,” tandas suami dari Femi Oktaviani Haryanti ini.

Bengkayang Raih Juara Favorite Dalam Pemilihan Duta Lingkungan Lingkungan Hidup Kalbar 2009



Dua finalis duta lingkungan hidup kabupaten bengkayang yang ikut dalam perhelatan malam grand final Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat 2009 yang diselenggarakan di Function Hall Kapuas Palace Pontianak pada tanggal 9 Oktober 2009 lalu bertandang ke kantor bupati Bengkayang. Rombongan yang di dampingi Kepala Kantor lingkungan hidup kabupaten bengkayang di terima langsung Bupati Bengkayang Drs.Jacobus Luna,M.Si pada Selasa (13/10/09) di ruang rapat Bupati Bengkayang.
Dalam kesempatan tersebut kedua finalis yang didampingi Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang langsung mengadakan audiensi dengan Bupati Bengkayang.
Kepada Bupati Bengkayang Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang menjelaskan pihaknya telah berupaya mendukung semaksimal mungkin peserta yang telah dipercayakan untuk mewakili kabupaten bengkayang dalam ajang tersebut. Duta Lingkungan utusan Kabupaten Bengkayang an. Prisela Candra berhasil sebagai Juara Pavorit berdasarkan polling pengiriman sms, Juara Harapan II diraih Duta dari Kota Singkawang Yos Anis Ryadi, Juara Harapan I Cornelia Meilinda Betsyeba, Runner Up II diraih Eko Tegus Duta dari Kubu Raya, Runner Up I Sela Puteri P dari Kab.Sanggau dan Legina Lestari,S.Pd resmi dikukuhkan sebagai duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 setelah berhasil menyisihkan finalis lainnya. Duta Lingkungan kabupaten Bengkayang bertengger di urutan ke-6 dari 14 kabupaten/kota lainnya di kalbar.
Bupati Bengkayang Drs.Jacobus Luna,M.Si mengaku bangga atas prestasi yang telah dicapai ini. Pemilihan duta lingkungan hidup ini diselenggarakan setiap tahun dan kabupaten bengkayang telah mengikutinya dalam dua tahun terakhir dan pada tahun ini kita mampu meraih prestasi meski hanya mampu menduduki peringkat ke-6 dari 14 kab/kota lainnya, namun hal ini merupakan suatu kemajuan yang telah dicapai. Selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya prestasi yang telah dicapai ini dapat lebih ditingkatkan. Bupati menilai apa yang telah dicapai saat ini merupakan hasil dari sebuah perjuangan yang diharapkan tidak akan terhenti untuk terus berjuang guna mencapai sesuatu yang lebih baik lagi, hal ini dianggap perlu, karena para duta yang terpilih nanti, akan mensosialisasikan program-program lingkungan hidup kepada masyarakat luas.